Persediaan

In: Business and Management

Submitted By MitaSlstyn
Words 615
Pages 3
prosedur PENGELOLAAN PERSEDIAAN

A. Tujuan

Penetapan prosedur pengelolaan persediaan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada petugas rumah sakit, yang tugas dan fungsinya terkait dengan pengelolaan persediaan, mengenai alur dokumen berikut ini: 1. pengelolaan persediaan obat , bahan/ alat medis habis pakai 2. pengelolaan persediaan non medis
Pengelolaan persediaan di RSUD A ini berdasarkan surat keputusan direktur RSUD A.

A. Ruang Lingkup

Ruang lingkup prosedur pengelolaan persediaan ini mencakup 3. Pengelolaan persediaan obat, bahan /alat medis habis pakai 4. Pengelolaan persediaan non medis

B. Unit Terkait

5. Pengguna barang (instalasi/ poliklinik/ ruang) 6. Sub Bagian Rumah tangga 7. Instalasi Farmasi 8. Pemegang Barang

C. Bagan Alur

9. Pengelolaan Persediaan Medis 10. Pengelolaan Persediaan Non Medis

*

D. Prosedur PENGELOLAAN PERSEDIAAN

1. Pengelolaan Persediaan- Barang Medis Habis Pakai

* Ruang/Poliklinik/Instalasi 11. Melakukan pencatatan Persediaan BHP Medis 12. Jika Persediaan Bahan Medis Habis Pakai telah habis;
2) Mengajukan permintaan persediaan ke Gudang Farmasi

* Gudang Farmasi 1. Menerima permintaan persediaan dari Ruang/ Poliklinik/ Instalasi 2. Jika Persediaan ada; 1) Input data distribusi persediaan dalam SIM RS 2) Cetak form nota pengeluaran rangkap 2, lembar 1 untuk penerima barang, lembar ke 2 diarsip bagian gudang farmasi berdasarkan tanggal 3) Mencatat persediaan di Kartu Barang, arsip berdasarkan nama 4) Selesai 3. Jika Persediaan habis; 5) Membuat nota order material 6)…...

Similar Documents

Accounting

... a. Goodwill b. Penjualan c. Piutang Usaha d. A dan C 2. Berikut ini yang termasuk akun nominal (temporer) adalah.. a. Pendapatan diterima di muka b. Beban gaji c. Persediaan d. Saldo laba 3. Penggunaan standar akuntansi yang sama di seluruh Negara akan menjamin.. a. Konsistensi b. Komparabilitas c. Rendahnya biaya penyiapan laporan d. B dan C 4. Di bawah ini adalah bagian dari Laporan Keuangan utama, kecuali.. a. Laporan Posisi Keuangan/Neraca b. Laporan Perubahan Posisi Keuangan c. Laporan Laba Komprehensif d. Laporan Ekuitas Pemilik 5. Elemen laporan keuangan yang manakah yang akan terpengaruh dengan adanya aktivitas penerbitan saham biasa (ordinary shares) secara tunai? a. Pendapatan b. Kerugian c. Liabilitas d. Ekuitas 6. Karakteristik dari sistem pencatatan persediaan dari sistem perpetual adalah a. Pembelian persediaan dicatat dengan menggunakan akun pembelian b. Harga pokok penjualan dicatat bersamaan dengan pencatatan penjualan c. Tidak dilakukan pencatatan persediaan dalam buku persediaan d. Harga pokok penjualan dihitung dengan jalan mengurangi jumlah barang yang tersedia dijual dengan nilai persediaan akhir barang dagang 7. Perusahaan Kerinci membeli peralatan kantor seharga Rp. 12,000,000. Pajak penjualan Rp. 600,000. Biaya lain-lain diantaranya adalah ongkos angkut Rp. 240,000, biaya perbaikan atas......

Words: 3242 - Pages: 13

Program Pemeriksaan Persediaan

...PROGRAM PEMERIKSAAN ATAS PERSEDIAAN TUGAS MATA KULIAH AUDITING II [pic] DISUSUN OLEH IVAN JUNIANSYAH 125020304111023 JURUSAN AKUNTANASI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG PROGRAM PEMERIKSAAN PENGENDALIAN ATAS PERSEDIAAN |No. |Tujuan Audit |Risiko yang dihadapi |Pengujian Pengendalian |Indeks KKP |Paraf | |1 |2 |3 |4 |5 |6 | |1 |Apakah Desain Sistem |Perangkapan fungsi yang mengganggu |Gambarkan sistem pengelolaan, pencatatan dan |A.3.1 | | | |Pengendalian Internal telah |pengendalian |pelaporan persediaan (upayakan dalam bentuk | | | | |memadai untuk mendeteksi |Pemisahan fungsi secara desain tetapi |flowchart), | | | | |adanya salah saji yang |implementasi tidak terjadi |Apakah terdapat pemisahan fungsi antara | | | | |material |Tidak dilakukan pemeriksaan fisik |pengadaan, penyimpanan, pengeluaran, dan | | | | | |barang atau stock opname |pencatatannya baik desain maupun | | | | | ...

Words: 2529 - Pages: 11

Tujuan Dan Bukti Audit

...untuk Akun Persediaan dalam Perusahaan Manufaktur seperti yang Tercantum pada SPAP seksi 326 Berikut ini diberikan contoh audit spesifik untuk akun persediaan agar dapat lebih memahami asersi-asersi yang telah dikemukakan. Contoh ini juga diambilkan dari SA 326 1. Asersi Keberadaan dan Keterjadiaan Tujuan spesifik: a. Persediaan yang dicantumkan dalam neraca, secara fisik ada b. Persediaan merupakan unsur yang disimpan untuk dijual dan digunakan dalam operasi normal perusahaan 2. Asersi Kelengkapan Tujuan audit spesifik: a. Persediaan meliputi semua produk jadi, bahan baku dan penolong, dan bahan habis pakai yang ada di tanggan perusahaan. b. Kuantitas persediaan meliputi semua produk jadi, bahan baku dan penolong, dan bahan habis pakai yang dimiliki perusahaan yang masih dalam perjalanan maupun yang disimpan di luar perusahaan misalnya persediaan barang konsinyasi. c. Daftar hasil perhitungan fisik persediaan dikompilasi dengan teliti dan totalnya tela dimasukkan ke dalam rekening persediaan. 3. Asersi hak dan Kewajiban. Tujuan audit spesifik: a. Perusahaan memiliki hak milik sah secara hukum terhadap persediaan b. Persediaan tidak mencakup unsur yang telah ditagihkan kepada pelanggan atau dimiliki oleh pihak lain. 4. Asersi Penilaian dan Pengalokasian. Tujuan audit spesifik: a. Persediaan dinyatakan secara tepat pada harga pokok atau perolehannya, kecuali jika harga pasarnya lebih rendah. b. Unsur persediaan yang......

Words: 2575 - Pages: 11

Audit

...Membandingkan data klien dengan hasil perkirakaan yang menggunakan data non keuangan. Table 1. Prosedur analitik siklus persediaan dan pergudangan Analytical procedure | Kemungkinan Misstatement | Membandingkan persentase gross margin dengan tahun lalu | Overstatement pada persediaan atau harga pokok penjualan | Membandingkan inventory turnover dengan tahun lalu | Keusangan persediaan ; overstatement atau understatement pada persediaan | Membandingkan unit cost dari persediaandengan tahun sebelumnya | Overstatement atau understatement pada unit cost persediaan | Membandingkan biaya pabrikasi tahun ini dengan tahun sebelumnya | Misstatement pada unit cost persediaan; khususnya biaya tenaga kerja langsung dan overhead | Pengamatan fisik persediaan Paragraf 3 SA Seksi 331 (PSA No. 07) m enyatakan: Jika kuantitassediaan hanya ditentukan melalui penghitungan fisik, dan semua penghitungan dilakukan pada tanggal neraca atau pada suatu tanggal dalam periode yang tepat, baik sebelum maupun sesudah tanggal neraca, maka perlu bagi auditor untuk hadir pada saat penghitungan fisik persediaan dan melalui pengamatan, pengujian dan permintaan keterangan memadai, untuk meyakinkan dirinya tentang efektivitas metode penghitungan fisik persediaan dan mengukur keandalan yang dapat diletakkan atas representasi klien kuantitas dan kondisi fisik persediaan. Artinya: - Ada perbedaan antara pengamatan (observasi) dengan penghitungan fisik - Klien bertanggung jawab untuk......

Words: 929 - Pages: 4

Knapp, Doughtie Food

...inventory. Adapun tujuan utama pemeriksaan persediaan adalah untuk menentukan bahwa : 1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas persediaan, 2. Untuk memeriksa apakah persediaan yang tercantum di neraca betul-betul ada dan dimiliki oleh perusahaan pada tanggal neraca. 3. Untuk memeriksa apakah metode penilaian persediaan (valuation) sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/Standar Akuntansi Keuangan. 4. untuk memeriksa apakah sistem pencatatan persediaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK. 5. Untuk memeriksa apakah terhadap barang-barang yang rusak (defective), bergerak lambat (s/ow moving) dan ketinggalan mode (absolescence) sudah dibuatkan allowance yang cukup. 6. Untuk mengetahui apakah ada persediaan yang dijadikan jaminan kredit. 7. Untuk mengetahui apakah persediaan diasuransikan dengan nilai pertanggungan yang cukup. 8. Untuk mengetahui apakah ada perjanjian pembelian/penjualan persediaan (purchasel sales commitment) yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap laporan keuangan, 9. Untuk memeriksa apakah penyajian persediaan dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK. Prosedur pemeriksaan dibagi atas prosedur compliance test, analytical review dan substantive test. Prosedur pemeriksaan persediaan mencakup pembelian, penyimpanan, pemakaian dan penjualan persediaan, karena berkaitan dengan siklus......

Words: 2118 - Pages: 9

Persediaan

...STUDI KASUS PT. INDOSAT TBK. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau Bapepam-LK menilai transaksi derivatif berupa lindung nilai (hedging) PT. Indosat Tbk merupakan hal yang wajar dan tidak ditemukan adanya pelanggaran. Tetapi, otoritas pasar modal tetap akan meneliti kasus Indosat ini. Berdasarkan keterangan dari direksi Indosat dan akuntan publik yang memeriksa laporan keuangannya, langkah lindung nilai terhadap utang dollar AS perseroan adalah hal yang wajar dan tak melanggar aturan. Itu dilakukan sebagai prinsip kehati-hatian terhadap fluktuasi kurs rupiah, kata Fuad Rahmany, Ketua Bapepam. Kasus Indosat mencuat pada tahun 2007 ketika anggota Komisi XI DPR, yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Dradjad H Wibowo dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan mengatakan, Indosat diduga berpotensi merugikan negara sebesar Rp 323 miliar akibat salah kelola dalam transaksi derivatif pada tahun 2004-2006. Bapepam telah menelaah kasus ini. Namun, dari akuntan publik, Ernst & Young telah menyatakan transaksi derivatif itu wajar. Secara terpisah, Direktur Keuangan Indosat Wong Heang Tuck mengatakan, kebijakan lindung nilai itu untuk mengelola potensi risiko dari fluktuasi kurs. Itu praktik umum yang dilakukan perusahaan di seluruh dunia yang memiliki utang valas, sementara pendapatan usahanya dalam mata uang lokal. Perseroan memiliki kebijakan lindung nilai paling sedikit 50 persen dari total utang dalam denominasi dollar AS. Pada akhir triwulan I-2007,......

Words: 1525 - Pages: 7

Analisis Lap Keu

...Lancar – Persediaan)/Utang Lancar Semakin besar quick rasio semakin likuid perusahaan. Days’s Sales in Receivable (Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang) DSR = Piutang Kotor/(Penjualan Bersih/365 hari) satuannya hari Semakin singkat DSR, semakin baik perusahaan mengelola piutang, semakin cepat piutang dilunasi. Piutang usaha bersih = piutang usaha – kerugian piutang Accounts Receivable Turnover (Perputaran Piutang) = Penjualan Bersih/Rerata Piutang satuanya kali Semakin tinggi perputaran piutang, maka semakin sering piutang dilunasi. Misal, piutang berputar 60 kali. Berarti pelunasan piutang setiap 6,1 hari (365/60) Rerata piutang = (Piutang awal + piutang akhir)/2 Accounts Receivable Turnover in Days (Perputaran Piutang dalam Hari) = 365/Perputaran Piutang satuannya adalah hari Semakin rendah jumlah hari semakin semakin baik perusahaan dalam mengelola piutang Days’ Sales in Inventory (Jumlah Hari Penjualan dalam Persediaan) = Persediaan Akhir/(HPP/365) satuannya adalah hari Semakin rendah jumlah hari yang ditemukan semakin baik perusahaan mengelola persediaan, semakin sering persediaan laku, persediaan tidak mengendap. Merchandise Inventory Turnover (Perputaran Persediaan) = HPP/Rerata Persediaan satuannya adalah kali Rerata persediaan = (persediaan awal + Persediaan akhir)/2 Semakin tinggi/besar perputaran persediaan, berarti semakin baik perusahaan mengelola persediaan. Inventory Turnover in Days (Jumlah Hari Perputaran Persediaan) = 365/Perputaran......

Words: 475 - Pages: 2

Sabi

... Kemas M (2012320169) Kelas : C Perbaikan Proses Persediaan Bengkel Champion Jaya Jalan Pelajar Pejuang 45 no.82 Proses penyimpanan persediaan (ban,sekring,oli,busi,lampu kabel,dll) yang dilakukan oleh Bengkel Champion Jaya pada saat ini membuat adanya perbedaan jumlah persediaan yang ada di gudang dengan data yang ada di dalam pembukuan perusahaan dan diidentifikasi banyak barang yang hilang maka dilakukan perbaikan sistem proses persediaan. Tapi dengan adannya perbaikan system computer yang dilakukan maka system keuangan menjadi dapat diatasi. Masuknya persediaan barang dagang dari supplier langsung diinput ke jumlah pemasukan di komputer Masuknya persediaan barang dagang dari supplier langsung diinput ke jumlah pemasukan di komputer Masuknya persediaan barang dagang dari supplier Masuknya persediaan barang dagang dari supplier Proses Sistem yang salah Proses Perbaikan sistem Pencatatan penginputan barang secara manual (tulis tangan) Pencatatan penginputan barang secara manual (tulis tangan) Adanya pembeli yang membutuhkan barang A langsukngdicek di jumlah persediaan barang A di dalah komputer Adanya pembeli yang membutuhkan barang A langsukngdicek di jumlah persediaan barang A di dalah komputer Permintaan barang dari konsumen Permintaan barang dari konsumen Pelaporan secara cepat kepada konsumen akan persediaan barang tersedia atau tidak Pelaporan secara cepat kepada konsumen akan persediaan barang tersedia atau tidak Karena pencatatan secara......

Words: 766 - Pages: 4

Strategic Management

...E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata ISSN: 2301-6523 Vol. 2, No. 1, Januari 2013 Analisis Persediaan Bahan Baku Tebu pada Pabrik Gula Pandji PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) Situbondo, Jawa Timur CHAIRUL BAHTIAR ROBYANTO*) MADE ANTARA RATNA KOMALA DEWI PS Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman Denpasar 80232 Bali *) Email: roby_dreamaniac@yahoo.com ABSTRACT Analysis of Raw Material In Pabrik Gula Pandji PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) Situbondo, Jawa Timur Raw material is a production cost factor of an industrial manufacture. Lack of raw material may cause production disruption which means manufacture will probably experience profit opportunity loss. This study aims to acknowledge efforts of raw materials supply that Pabrik Gula Pandji PTPN XI (persero) should fulfill. In this study, data had been analyzed in two ways ; Descriptive methods. A research methods that uses analysis in form of narration using logical view to explain numbers in elucidations so that can help in making decisions. (2) Quantitative methods, by several methods, namely: (a) Metode Economical Order Quantity (EOQ); (b) Safety Stock; (c) Reorder Point (ROP); (d) Maximal Inventory (MI); dan (e) metode Total Inventory Cost (TIC). Quantitative methods was done in couple ways ; (a) Metode Economical Order Quantity (EOQ); (b) Safety Stock; (c) Reorder Point (ROP); (d) Maximal Inventory (MI); dan (e) metode Total Inventory Cost (TIC). According......

Words: 2899 - Pages: 12

Audit

...PEMERIKSAAN PERSEDIAAN Sifat dan contoh Persediaan 2. Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Persediaan 3. Prosedur Pemeriksaan Persediaan 1. 1 Sifat dan contoh Persediaan Menurut SAK: persediaan adalah aktiva: a. yang tersedia untuk dijual b. dalam proses produksi dan atau dlm perjalanan c. dalam bentuk perlengkapan [supplies] untuk digunakan dlm proses produksi atau pemberian jasa Sifat Persediaan: - biasanya mrpkan aktiva lancar [perputaran < 1 thn] - mrpkn jml yg besar - mempunyai pengaruh yg besar thd Neraca dan Lap. Laba rugi. 2 Sifat dan contoh Persediaan Contoh Persediaan: - Bahan baku - Bahan dalam proses - Barang jadi - Suku cadang [spare parts] - Bahan pembantu - Barang dalam perjalanan [sudah dikirim supplier ttp belum sampai ke gudang] - Barang konsinyasi [consignment out]: barang perush yg dititip jual kpd perush lain. Sedang consignment in [barang perush lain yg dititip di perush] tidak boleh dicatat sbg persediaan perusahaan. 3 Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Persediaan 1. Utk memeriksa apakah terdpt internal control yg baik atas persediaan 2. Utk memeriksa apakah persediaan yg tercantum di neraca betul-betul ada dan dimiliki perush. 3. Utk memeriksa apakah metode penilaian persediaan sesuai dg SAK. 4. Utk memeriksa apakah apakah sistem pencatatan persediaan sesuai dg PABU. 5. Utk memeriksa apakah terhadap barang-barang yg rusak [defective], bergerak lambat [slow moving], dan ketinggalan mode [absolescence] sudah dibuatkan allowance yg...

Words: 1200 - Pages: 5

Psak 14

... IKATAN AKUNTAN INDONESIA Persediaan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 tentang Persediaan disetujui dalam Rapat Komite Prinsip Akuntansi Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1994 dan telah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 7 September 1 994. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material (immaterial items) Jakarta, 7 September 1994 Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia Komite Prinsip Akuntansi Indonesia Hans Kartikahadi Jusuf Halim Hein G. Surjaatmadja Katjep K. Abdoelkadir Wahjudi Prakarsa Jan Hoesada M. Ashadi Mirza Mochtar IPG. Ary Suta Sobo Sitorus Timoty Marnandus Mirawati Soedjono Ketua Sekretaris Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Daftar Isi PENDAHULUAN Tujuan Ruang Lingkup Definisi [01 - 04] [01 - 02] [03 - 04] PENJELASAN Pengukuran Persediaan Biaya Persediaan Biaya Pembelian Biaya Konversi Biaya Lain - Lain Biaya Persediaan Pelayanan Jasa Teknik Pengukuran Biaya Rumus Biaya Nilai Realisasi Bersih Pengakuan Sebagai Beban Pengungkapan [05 - 36] [05] [06 - 17] [07 - 08] [07 - 11] [12 - 14] [15] [16 - 17] [18 - 21] [22 - 27] [28 - 30] [31 - 36] PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 14 PERSEDIAAN Tanggal Efektif [37 - 45] [45] PENDAHULUAN Tujuan Tujuan Pernyataan ini adalah untuk merumuskan perlakuan akuntansi untuk persediaan menurut sistem biaya......

Words: 3121 - Pages: 13

Ffff

...opname tahuna diACC? f) Tidak: minta 00 koreksi. g) Ya: proses selanjutnya 3) Buat cek list dan pastikan: h) Barang: i) Tidak ada yang tercecer di rak lain atau tidak pada tempatnya. ii) Rapih dan dalam kondisi siap hitung i) Rak dan lorong: sudah diberi label kode dan bisa dibaca dengan jelas. 4) Periksa persiapan: apakah gudang secara fisik sudah siap opname? j) Tidak: minta persiapan ulang k) Ya: proses selanjutnya 5) Inventarisir kode rak semua barang. 6) Update kode rak baru via aplikasi Persediaan. | Stok Opname - Tahunan 2 | Penjelasan | Panitia opname 00 | | Update stok awal opname FO x3 dan FRO Update master opname D C Persiapan cutoff stok FO lengkap? Tidak Ya E Update stok awal opname FO x3 dan FRO Update master opname D C Persiapan cutoff stok FO lengkap? Tidak Ya E | 7) Update master stok ke data stok Opname via aplikasi Persediaan. Nama barang yang akan diopname di update sesuai kondisi master stok terkini. 8) Cetak Form Opname (FO) rangkap 3 dan Form Rekap Opname (FRO). 9) Cek FO ke fisik gudang apakah sudah lengkap l) Tidak: proses ke konektor D m) Ya: proses selanjutnya. FO dan FRO disimpan dan digunakan saat proses Hitung fisik dimulai 10) Persiapan cutoff stok akhir. n) Transaksi: PB, PJ, RJ, RB, KPJ, KRJ, KPB, KRB, Mutasi: harus selesai tanpa tunda sesuai dengan fisik keluar dan masuk. Jangan merekayasa transaksi penerimaan barang atau......

Words: 2433 - Pages: 10

Tugas

...SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUMMARY CHAPTER II Disusun oleh: Mujahidah Ardillah 1113093000056 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2016 Operasi Supply Chain Operasi supply chain memiliki empat kategori, yaitu : 1. Plan Adalah perasi yang diperlukan untuk merencanakan dan mengatur ketiga kategori operasi lainnya. Kategori ini akan menyelidiki tiga operasi, yaitu : peramalan permintaan, harga produk, dan manajemen persediaan. 2. Source Operasi dalam kategori ini meliputi kegiatan yang diperlukan untuk memperoleh input untuk membuat produk atau jasa. Ada dua operasi disini : pertama, pengadaan, adalah akuisisi bahan dan jasa. Kedua, kredit dan koleksi, secara tradisional tidak dilihat sebagai sumber kegiatan tetapi dapat dianggap sebagai akuisisi tunai. Kedua operasi ini memiliki dampak besar pada efisiensi dari rantai pasokan. 3. Make Adalah operasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan membangun produk dan layanan yang disediakan rantai pasokan. Operasinya adalah desain produk, manajemen produksi, dan fasilitas dan manajemen. 4. Deliver Operasi ini mencakup kegiatan yang merupakan bagian dari menerima pesanan pelanggan dan memberikan produk kepada pelanggan. A. Plan 1. Perencanaan dan Perkiraan Permintaan Perkiraan permintaan menjadi dasar bagi perusahaan untuk merencanakan operasi internal mereka dan untuk bekerja sama antara satu sama lain......

Words: 908 - Pages: 4

Marketing

...Yermia 140321255 Karina Rahma 140321273 Chapter 12 Manajemen Persediaan Tujuan manajemen persediaan adalah menentukan keseimbangan antara investasi persediaan dengan pelayanan pelanggan.Semua organisasi memiliki beberapa jenis perencanaan dan sistem kontrol persediaan.Dalam kasus produk-produk fisik,suatu organasisasi harus menentukan apakah lebih baik membuat atau membelinya Fungsi-fungsi Persediaan Keempat fungsi persediaan adalah sebagai berikut 1.Decouple atau memisahkan beberapa tahapan dari produksi.Sebagai contoh,jika persediaam sebuah perusahaan berfluktuasi,persediaan tambahan mungkin diperlukan untuk melakukam decouple proses produksi dari pemasok 2.Melakukan “decouple” perusahaan dari fluktuasi permintaan dan menyediakan persediaan baranr-barang yang akan memberikan pilihan bagi pelanggan.Persediaan seperti ini digunakan secara umum pada bisnis eceran 3.Mengambil keuntungan dari diskon kuantitas karena pembelian dari jumlah besar dapat mengurangi biaya pengurangan barang 4.Melindungi terhadap inflasi dan kenaikan harga Jenis-jenis Persediaan 1.Persediaan bahan mentah adalah bahan-bahan yang biasanya dibeli,tetapi belum memasuki proses manufaktur. 2.Persediaan barang setengah jadi adalah produk-produk atau komponen-komponen yang tidak lagi merupakan bahan mentah,tetapi belum menjadi barang jadi 3.MRO ( Maintenance,repair and operating materials) adalah persediaan-persediaan yang disediakan untuk pemeliharaan,perbaikan,oeprasi yang dibutuhkan......

Words: 2438 - Pages: 10

Unitron

...daftar harga dan tingkat persediaan saat ini atas rectifiers seri 400, bersama dengan proyeksi produksi dan penjualan tahunan. Perincian hasilproses produk yang dihasilkan tetap sama untuk batch per batch yang diproses. Seorang yang baru lulus MBA, bernama Helen Barnes, baru 6 bulan memulai karier sebagai asisten manajer penjulan di Unitron, memberikan perhatian terhadap suatu pesanan yang baru saja diterima untuk 6,000 unit rectifiers seri 401. Sedangkan beberapa lini produksi tidak terinventarisasi dengan baik. Dimana hanya ada sedikit sekali unit persediaan 401 yang saat ini tersedia. Untuk memenuhi pesanan pelanggan, pesanan ini akan dipenuhi dengan unit-unit yang memenuhi syarat atau melebihi spesifikasi yang diminta. Pelanggan bersedia menerima pesanan yang diminta dengan spesifikasi lebih tinggi tetapi tidak membayar dengan harga yang lebih tinggi. Jim Jacoby, atasan Helen menanyakan mana yang lebih baik bagi Unitron: 1. Memenuhi pesanan dengan rectifier seri 402, 2. Memacu produksi untuk memenuhi pesanan dengan seri 401, 3. Mengabaikan dulu pesanan karena kondisi kekurangan persediaan. Jika produksi tambahan diotorisasi, persediaan unit-unit lainnya bisanya akan meningkat. Jacoby sangat memperhatikan hal ini karena kinerjanya akan dievaluasi secara tersendiri dalam hal profit yang dihasilkan oleh lini rectifier setelah mengurangi suatu angka dari nilai persediaan. Disamping faktor keusangan dari rectifier di pasaran, persediaan yang lebih tinggi......

Words: 1619 - Pages: 7

When Time Stopped | saison 11, épisode 1 Twice Upon a Time | John Baumgartner (screenplay)